![]() |
Polemik Fasilitas Penginapan Kafilah Dompu di MTQ XXXI NTB 2026, Peserta Pertanyakan Transparansi Anggaran |
Lintas Atlantik.com.– Polemik terkait pelayanan dan fasilitas bagi peserta Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) kembali mencuat. Sejumlah Qori dan Qoriah asal Kabupaten Dompu mengaku kecewa karena diduga tidak memperoleh fasilitas penginapan yang layak selama mengikuti MTQ tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2026.
Berdasarkan keterangan sejumlah peserta, mereka tidak ditempatkan di hotel sebagaimana yang mereka harapkan, melainkan di rumah sewaan selama kegiatan berlangsung. Informasi yang diterima peserta menyebutkan bahwa keterbatasan kamar hotel menjadi alasan penempatan tersebut karena hotel disebut telah penuh.
Namun demikian, kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di kalangan peserta. Pasalnya, berdasarkan informasi yang berkembang, kafilah dari beberapa daerah lain disebut masih memperoleh fasilitas penginapan hotel.
Salah seorang peserta yang meminta identitasnya dirahasiakan menyampaikan kekecewaannya atas kondisi tersebut.
"Kalau memang hotel penuh, mengapa daerah lain masih bisa mendapatkan fasilitas hotel, sementara kami ditempatkan di rumah sewaan? Kami hanya berharap ada perlakuan yang adil bagi seluruh kafilah," ujarnya.
Sorotan juga muncul setelah beredarnya informasi mengenai alokasi anggaran Pemerintah Kabupaten Dompu untuk pelaksanaan dan keikutsertaan MTQ. Dari total anggaran yang disebut mencapai Rp549.425.000, terdapat informasi adanya pos anggaran penginapan hotel sebesar Rp84.600.000.
Meski demikian, hingga kini belum terdapat penjelasan resmi terkait realisasi penggunaan anggaran tersebut maupun mekanisme penempatan peserta selama pelaksanaan kegiatan.
Sejumlah peserta menilai fasilitas yang diterima belum sesuai dengan harapan mereka sebagai perwakilan daerah pada ajang keagamaan tingkat provinsi.
Selain persoalan fasilitas, capaian prestasi Kabupaten Dompu dalam MTQ tahun ini juga menjadi perhatian publik. Setelah sebelumnya berada di peringkat kelima pada tahun 2024, Kabupaten Dompu dilaporkan menempati peringkat kesembilan pada pelaksanaan tahun 2026.
Perbincangan mengenai persoalan ini ramai di media sosial, terutama Facebook. Sejumlah warganet menyoroti dugaan kurangnya perhatian terhadap pelayanan serta pembinaan peserta yang mewakili daerah.
Aktivis sosial yang dikenal dengan sapaan Aba FT turut menyampaikan keprihatinannya. Menurutnya, para Qori dan Qoriah merupakan aset daerah yang layak memperoleh pelayanan dan penghargaan yang memadai.
"Qori dan Qoriah adalah duta daerah yang membawa nama Kabupaten Dompu di panggung MTQ. Jika benar terjadi perbedaan pelayanan atau pengabaian terhadap hak peserta, maka hal tersebut perlu dijelaskan secara transparan kepada publik," ujarnya.
Ia juga menyatakan akan mengumpulkan informasi dan data terkait persoalan tersebut. Menurutnya, apabila ditemukan adanya dugaan kelalaian dalam pengelolaan fasilitas peserta, maka persoalan tersebut perlu ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.
Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Kabupaten Dompu maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan perbedaan fasilitas penginapan yang diterima oleh Qori dan Qoriah Kabupaten Dompu selama pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi NTB 2026.(Syam)
