JM Bantah Terkait Terlibat Dugaan Jual Beli Jabatan Kepsek di Dompu


JM Bantah Terkait Terlibat Dugaan Jual Beli Jabatan Kepala Sekolah Di Dompu



Lintas Atlantik, com. — Isu dugaan praktik jual beli jabatan Kepala Sekolah (Kepsek) di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang menyeret nama seorang oknum tim sukses Bupati Dompu berinisial JM, mendapat bantahan tegas dari pihak yang bersangkutan.

JM menegaskan bahwa dirinya tidak pernah meminta sejumlah uang kepada guru dengan iming-iming jabatan Kepala Sekolah. Ia menyebut informasi yang beredar melalui media sosial tersebut tidak benar dan telah merugikan nama baiknya.

Isu tersebut mencuat setelah sebuah video yang diunggah melalui akun Facebook Reza Dompu pada Kamis (10/9/2026) beredar luas. 

Dalam video tersebut, dua orang guru yang identitasnya belum dipublikasikan menyampaikan sejumlah tudingan terkait dugaan permintaan uang dalam proses pengangkatan atau pelantikan Kepala Sekolah.

Nominal yang disebut dalam video juga bervariasi, mulai dari Rp25 juta, Rp45 juta, Rp50 juta hingga Rp60 juta.

“Semua yang disampaikan itu tidak benar. Saya tidak pernah meminta sejumlah uang dan tidak pernah menjanjikan jabatan Kepala Sekolah kepada siapa pun,” tegas JM

JM juga mempertanyakan identitas pihak yang disebut-sebut dalam video. Ia mengaku tidak mengenal seseorang bernama Ajis sebagaimana yang dikaitkan dengan persoalan tersebut.

“Saya tidak mengenal yang namanya Ajis. Dia guru di mana dan bertugas di mana? Jadi jangan asal bicara dan jangan asal mencap nama orang,” ujarnya.

Menurut JM, tudingan tersebut harus dibuktikan secara jelas dan tidak semestinya seseorang menyampaikan tuduhan tanpa dasar yang dapat dipertanggungjawabkan.

Ia menegaskan bahwa apabila benar dirinya pernah meminta atau menerima uang untuk menjanjikan jabatan Kepala Sekolah, maka pihak yang menuduh dipersilakan menunjukkan bukti.

“Kalau memang ada bukti saya meminta atau menerima uang untuk jabatan Kepala Sekolah, silakan dibuktikan. 

Jangan hanya berdasarkan cerita atau pengakuan yang belum terverifikasi,” tegasnya.

JM juga menyampaikan bahwa dirinya telah berkomunikasi langsung dengan Reza Dompu, pemilik akun Facebook yang mengunggah video tersebut.

Menurut JM, dalam komunikasi tersebut persoalan mengenai penyebutan namanya telah diklarifikasi dan Reza juga telah menyampaikan permintaan maaf kepadanya, dan Aku. Facebook Reza Dompu telah di hapus, itu tidak benar, Ujarnya.

“Saudara Reza sudah menghubungi saya terkait persoalan ini. Saya sudah memberikan klarifikasi, dan dia juga sudah meminta maaf kepada saya,” ungkap JM.

Karena itu, JM berharap masyarakat tidak langsung mengambil kesimpulan dari video yang beredar sebelum mengetahui fakta dan mendapatkan klarifikasi dari pihak-pihak yang disebut.

“Yang jelas, saya tegaskan kembali bahwa tudingan saya meminta uang dan menjanjikan jabatan Kepala Sekolah itu tidak benar,” katanya.

JM menyayangkan adanya penyebutan namanya dalam isu tersebut. 

Ia meminta pihak-pihak yang menyampaikan tudingan agar berhati-hati karena informasi yang tidak benar dapat berdampak terhadap nama baik seseorang.

“Untuk saudara Ajis yang disebut-sebut itu, jangan asal caplok nama orang. Jangan sampai pernyataan yang tidak benar justru merusak nama baik saya,” tegasnya.

JM menegaskan dirinya siap memberikan klarifikasi apabila persoalan tersebut kembali dipertanyakan. 

Ia juga meminta agar setiap tudingan mengenai dugaan transaksi jabatan dibuktikan secara objektif dan melalui mekanisme yang dapat dipertanggungjawabkan. (Syam)


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama