![]() |
| Direktur PDAM Dompu Tetap Berinovasi Gandeng Konsultan DPW Provinsi NTB |
LintasAtlantik.Com – Dompu, Komitmen Pemerintah Kabupaten Dompu dalam menghadirkan pelayanan air bersih yang lebih baik bagi masyarakat terus diperkuat. Melalui PDAM Dompu, pemerintah daerah kini menggandeng Tim Konsultan DPW Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk melakukan identifikasi, evaluasi, sekaligus optimalisasi sistem penyediaan air minum di sejumlah Instalasi Pengolahan Air (IPA), terutama IPA Rora dan IPA Selaparang.
Langkah strategis ini menjadi bagian dari upaya percepatan peningkatan kualitas pelayanan publik, khususnya dalam memastikan ketersediaan air bersih yang merata, efektif, dan berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Dompu.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PDAM Dompu, H. Didi Wahyudi, SE, mengungkapkan bahwa salah satu fokus utama pembenahan berada di IPA Rora yang saat ini belum beroperasi secara maksimal.
Dari kapasitas terpasang sebesar 100 liter per detik, produksi air yang mampu dihasilkan saat ini baru mencapai sekitar 65 liter per detik.
“Potensi peningkatan masih sangat terbuka. Target kami adalah mengoptimalkan kapasitas produksi hingga mendekati 100 liter per detik agar pelayanan kepada masyarakat dapat semakin maksimal,” ujar H. Didi Wahyudi.
![]() |
Untuk mencapai target tersebut, PDAM Dompu bersama Tim Konsultan DPW NTB akan melakukan sejumlah langkah teknis, mulai dari pengendalian kehilangan debit akibat air parasit hingga optimalisasi sumber air di wilayah Monggo Lenggo melalui pemanfaatan sistem IPA alternatif.
Optimalisasi IPA Rora diharapkan mampu memperkuat suplai air bersih, terutama bagi wilayah yang selama ini masih mengalami keterbatasan layanan, seperti beberapa titik di Kelurahan Dorotangga, Kelurahan Bada, Kelurahan Pelita, serta kawasan lain yang masuk dalam Zona A pelayanan.
Selain peningkatan kapasitas produksi, Tim Konsultan juga melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap jaringan perpipaan. Evaluasi dilakukan mulai dari pipa transmisi sumber air menuju instalasi pengolahan, reservoir penampungan, jaringan distribusi, jaringan pembagi, hingga sambungan rumah (SR) pelanggan.
“Seluruh sistem akan dievaluasi dari hulu hingga hilir. Mulai dari sumber air, jaringan perpipaan, sampai sambungan pelanggan. Tujuannya agar distribusi air lebih efektif, merata, dan berkelanjutan,” jelasnya.
Sementara itu, kondisi serupa juga ditemukan pada IPA Selaparang. Dari ketersediaan sumber air sekitar 40 liter per detik, debit yang dapat dimanfaatkan secara optimal baru berada pada kisaran 30 hingga 32 liter per detik.
Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian serius karena berdampak terhadap pemenuhan kebutuhan air pelanggan.
Tidak hanya melakukan pembenahan teknis, Tim Konsultan DPW NTB juga akan mengevaluasi aspek administrasi, manajemen, serta tata kelola PDAM Dompu. Salah satu perhatian utama adalah menekan tingkat kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW) yang selama ini dipengaruhi oleh faktor teknis maupun non-teknis.
Menurut H. Didi, kehilangan air tidak hanya berasal dari kebocoran jaringan, tetapi juga dipengaruhi oleh adanya pelanggaran administrasi seperti sambungan ilegal yang dapat merugikan perusahaan dan mengganggu kualitas pelayanan kepada pelanggan.
“Masalah kehilangan air harus ditangani secara menyeluruh. Faktor teknis maupun non-teknis harus diperbaiki agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” tegasnya.
Sebagai bentuk keseriusan pembenahan, Plt Direktur PDAM Dompu juga turun langsung melakukan pengawasan terhadap sektor teknis guna memastikan setiap proses perbaikan berjalan efektif dan sesuai sasaran.
Di sisi internal, PDAM Dompu terus melakukan penguatan kelembagaan melalui penyempurnaan Standar Operasional Prosedur (SOP), peningkatan tata kelola perusahaan, serta perbaikan sistem manajemen secara menyeluruh.
Upaya tersebut mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW), yang menilai PDAM Dompu menunjukkan perkembangan positif dalam aspek administrasi, keuangan, manajemen, kelembagaan, dan tata kelola perusahaan.
H. Didi Wahyudi menjelaskan bahwa keterlibatan Tim Konsultan BPPW dan DPW NTB bertujuan agar seluruh persoalan dapat diidentifikasi secara objektif berdasarkan kondisi nyata di lapangan.
“Tim konsultan akan melakukan pendataan langsung, mulai dari jumlah pelanggan, kondisi jaringan perpipaan, sumber air, hingga sistem distribusi dari hulu sampai hilir. Hasil kajian tersebut akan menjadi dasar rekomendasi yang lebih tepat untuk percepatan peningkatan pelayanan,” ungkapnya.
Melalui sinergi antara PDAM Dompu, Pemerintah Kabupaten Dompu, Tim Konsultan DPW NTB, dan BPPW, diharapkan sistem penyediaan air minum di Kabupaten Dompu semakin berkembang dan mampu memberikan pelayanan air bersih yang lebih optimal, merata, serta berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.(Advertorial/Syam)

