![]() |
| Distambun Dompu Perkuat Berbagai Program Untuk Petani Daerah |
Lintas Atlantik.com., - Pemerintah Kabupaten Dompu melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) terus memperkuat berbagai program pertanian sebagai langkah menghadapi ancaman kekeringan.
Upaya tersebut dilakukan melalui bantuan pompa, pendampingan kelompok tani, monitoring lapangan, serta pengembangan komoditas yang menyesuaikan kondisi iklim dan ketersediaan air.
Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Distanbun Dompu, Edi Khaidir, S.P., saat ditemui bersama Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Dompu, Sahrul Ramadhan, S.P., di ruang kerjanya, Senin (28/09/2026) pagi, menjelaskan bahwa bantuan pompa yang telah disalurkan diharapkan dapat membantu petani mengatasi keterbatasan sumber air.
Selain bantuan sarana pertanian, petani juga terus didorong untuk lebih cermat memilih komoditas yang relatif tahan terhadap kondisi kekeringan, memiliki umur panen sesuai, serta mampu memberikan nilai ekonomi.
Pengembangan komoditas hortikultura juga menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan produktivitas lahan sekaligus pendapatan petani.
Sementara itu, terkait pelaksanaan program pemerintah pusat, progres kegiatan secara keseluruhan disebut telah mencapai sekitar 80 persen.
Pelaksanaan di lapangan melibatkan tim serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) untuk melakukan pendampingan dan pemantauan terhadap kelompok tani.
Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Distanbun Dompu, Edi Khaidir, S.P., menambahkan, secara fisik pelaksanaan program yang bersumber dari anggaran pemerintah pusat saat ini telah mencapai sekitar 70 persen.
“Secara fisik sudah sekitar 70 persen. Saat ini kami melakukan verifikasi pertanggungjawaban masing-masing kelompok sebagai salah satu persyaratan untuk mengajukan pencairan tahap berikutnya,” jelasnya.
Menurutnya, pencairan tahap selanjutnya masih menunggu penyelesaian administrasi dan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) dari masing-masing kelompok. Setiap penggunaan anggaran wajib dipertanggungjawabkan sebelum proses pencairan lanjutan dilakukan.
Distanbun Dompu juga terus melakukan monitoring ke sejumlah kecamatan guna memastikan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan serta mengidentifikasi berbagai kendala yang masih ditemukan di lapangan.
Di sisi lain, petani didorong menyesuaikan pola tanam dengan kondisi iklim dan ketersediaan air. Komoditas seperti kacang hijau, kedelai, dan hortikultura menjadi bagian dari pilihan pengembangan di sejumlah wilayah.
Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Distanbun Dompu, Edi Khaidir, S.P.,
Penguatan pendampingan oleh PPL juga terus dilakukan. PPL memiliki peran penting dalam membantu kelompok tani, memantau pelaksanaan kegiatan, sekaligus memastikan program dapat dilaksanakan dan dipertanggungjawabkan dengan baik.
Untuk program tahap berikutnya, pemerintah daerah masih menunggu proses verifikasi dan alokasi dari pemerintah pusat. Verifikasi lokasi menjadi bagian penting sebelum kegiatan direalisasikan.
“Harapannya seluruh persyaratan segera diselesaikan sehingga proses tahap berikutnya dapat berjalan. Sebelum realisasi, kami tetap melakukan evaluasi dan monitoring agar pelaksanaan program tepat sasaran,” ujarnya.
Pemerintah daerah berharap sinergi antara Distanbun, PPL, kelompok tani, dan pemerintah pusat terus diperkuat.
Dengan dukungan tersebut, berbagai program pertanian diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, mendukung indeks pertanaman, serta menjadi langkah konkret dalam menghadapi ancaman kekeringan di Kabupaten Dompu.(Syam)
