Dompu,-Seorang Pekerja Migran Indonesia atau PMI asal Lingkungan Dore Kelurahan Simpasai Kecamatan Woja Kabupaten Dompu NTB, Dewi Anggriani (33) di duga disalurkan ke Saudi Arabia secara illegal oleh oknum sponsor inisial Jul dan Ros.
Kedua oknum sponsor ini merupakan pihak yang menyalurkan Dewi pada tahun 2022 lalu sebagai pembantu rumah tangga dengan menggunakan visa ziarah dan paspor Malaysia.
Berdasarkan pengakuan Dewi Anggriani saat dihubungi media ini via telepon WhatsApp pribadinya beberapa pekan lalu, bahwa ia dibawa ke majikan pertama dan mendapatkan kekerasan yang kemudian ia masuk ke majikan kedua justeru dibuang ke jalan sepi sekitar hutan sehingga ia bekerja dimajikan ketiga yang kemudian kabur dan berada di Kantor penampungan Sakkan Saudi Arabia karena mendapatkan kekerasan fisik pula.
Dewi mengaku bahwa ia berada di penampungan Sakkan sudah berjalan 9 bulan lamanya, namun sebagai pihak sponsor Jul dan Ros justeru diduga tidak bertanggungjawab untuk memulangkan Dewi, walaupun sebelumnya jauhari pihak keluarga nya telah mendatangi kediaman kedua sponsor tersebut untuk meminta pertanggungjawaban mereka.
"Keluarga saya sudah berulang kali mendatangi rumah Ibu Ros di Desa Wawonduru dan Pak Jul di Kelurahan Simpasai. Mereka terus menjanjikan kepulangan saya tapi sampai hari ini saya belum juga diurus untuk dipulangkan,"aku Dewi.
Selain itu, Orang tua Dewi juga mengakui hal itu. Dimana keluarganya kerap mendatangi kediaman Ros dan Jul selaku pihak penyalur Dewi ke Saudi Arabia, tapi tidak ada hasil bahkan oknum sponsor bernama Jul justeru meminta uang senilai Rp. 3 juta dan telah diberikan dan uang tersebut dimintai kembali karena yang bersangkutan tidak becus mengurus kepulangan Dewi.
"Kami sering kali mendatangi kediaman Bu Ros untuk meminta agar Dewi segera dipulangkan tapi tidak ada hasilnya. Kami meminta pertanggung jawaban Bu Ros dan Pak Jul agar segera memulangkan anak saya secepatnya, jangan main janji janji saja,"ungkap orang tua Dewi kepada media ini.
"Jujur, untuk mengurus kepulangan Dewi ini, kami sudah menghabiskan uang sekitar Rp. 10 juta dan diberikan kepada sejumlah orang tempat kami meminta bantuan tapi hasilnya nihil dan uang itu kami ikhlaskan semuanya,"cetus ortu Dewi lagi.
Ortu Dewi juga menyampaikan bahwa usaha memulangkan Dewi tidak hanya sampai disitu, sekitar bulan Januari 2026 kemarin, pihaknya mendatangi BP2MI Mataram untuk melaporkan hal ini, hingga sekarang tidak ada kepastian pula terkait kepulangan Dewi.
"Kami minta keseriusan Bu Ros dan Pak Jul agar anak saya Dewi bisa dipulangkan secepatnya, tidak usah lagi banyak alasan,"ucapnya.
Terkait hal itu, Rohana selaku sponsor yang menyalurkan Dewi ke Saudi Arabia yang dikonfirmasi media ini beberapa pekan lalu menjanjikan bahwa Dewi akan dipulangkan antara tanggal 17 hingga 18 Januari 2026. Bahkan penetapan tanggal tersebut telah disampaikan Rohana melalui voice ke media ini.
"Dewi akan dipulangkan pada tanggal 17 hingga 18 Januari 2026 nanti, itu pasti. Kalian tunggu saja,"janji Ros.
Namun ketika media ini kembali mengkonfirmasi lanjut sekitar akhir bulan Januari, Ros mengaku sesuai dengan janji pihak yang membantunya untuk memulangkan Dewi bahwa kepastian kepulangan Dewi dari Saudi Arabia ke Indonesia yakni pada tanggal 02 Maret 2026 besok.
"Semua surat-surat Dewi termasuk tiket, visa untuk kepulangan Dewi sedang diurus. Yang pasti tanggal 02 Maret 2026 Dewi akan dipulangkan ke Indonesia,"aku Ros kepada media ini dan keluarga Dewi saat ditemui di kediamannya.(Syam)